About Me

bandung, jawa barat, Indonesia

Wellcome to my World



Tampilkan postingan dengan label profesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Maret 2010


Korban PHK yang Kini Omzetnya Rp8 Miliar per Tahun

BERKEMBANG PESAT: Siswati menunjukkan alat permainan edukatif yang diproduksi CV Putra Putri.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak selamanya pahit.Lihat saja Siswati.PHK justru menuntunnya menjadi pengusaha sukses di bidang alat permainan edukatif anak usia dini.

TAHUN 2005 menjadi tahun tak terlupakan bagi Siswati. Pada tahun tersebut dia bersama 12 rekannya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari PT Mentari Toy, tempatnya bekerja. Perusahaan mainan di daerah Jombang, Jawa Timur itu terpaksa melepas Siswati dan kawan-kawan lantaran gulung tikar. Siswati pun nyaris putus asa. Apalagi sewaktu terkena PHK, usianya bersama 12 rekan sudah tidak muda lagi,rata-rata 40 tahun. ”Di usia 40 tahun,mana ada perusahaan yang mau menerima kami bekerja,” Siswati bercerita.

Di tengah keputusasaan,secercah harap untuk dapat kembali meraih masa depan yang lebih baik terkuak. Ibu empat anak tersebut mendapat tawaran dari seorang pejabat di Jombang bekerja sama membuat mainan edukatif. Bersama 12 rekan-rekannya yang terkena PHK, Siswati pun menjalin kerja sama tersebut. Terlebih pejabat asal Jombang tersebut menawarkan beberapa kemudahan. Sayang,entah mungkin karena belum rezeki,di tengah jalan kerja sama itu terhenti. Siswati kembali menemui persoalan pelik. Buntut kerja sama yang terputus di tengah jalan, dia dan rekan-rekannya harus menanggung sejumlah utang.

”Kesabaran kami benar-benar diuji saat itu,”katanya. Di tengah cobaan tersebut, pertolongan ternyata tetap saja datang.Rekan atasannya sewaktu di PT Mentari Toy menawarinya mendirikan perusahaan permainan edukatif agar utang yang ditanggungnya dapat terbayar. Dengan modal pinjaman, Siswati dan dua temannya mengawali upaya mendirikan perusahaan dengan menjadi distributor mainan dari kayu, plastik, dan besi. “Saat itu kami belum memproduksi, tetapi memesan barang dari Jateng dan Jatim,”katanya. Usaha distributor mainan ditekuninya hingga satu setengah tahun. Selama menjalankan usahanya sebagai distributor, pasar merespons dengan baik.

Barangbarang yang diambil dari wilayah Jatim dan Jateng tersebut selalu habis terjual. Merasa ilmu dalam bisnis mainan telah lengkap diperoleh,Siswati bersama sejumlah temannya yang terkena PHK pada 2007 mendirikan CV Putra Putri dengan modal Rp40 juta. Beberapa kawan mantan pekerja PT Mentari Toy juga diajak ikut serta. Tak butuh waktu lama bagi CV Putra Putri yang memproduksi permainan edukatif untuk berkembang pesat. Pesanan satu demi satu berdatangan, hingga jumlahnya ribuan.Omzet perusahaannya meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awal-awal pendirian omzetnya masih berada di kisaran Rp1-2 miliar per tahun,pada 2009 omzet perusahaannya telah mencapai Rp8 miliar per tahun.

Penambahan omzet yang demikian besar itu menurut Siswati karena dalam tempo waktu tiga bulan terakhir pada 2009, perusahaannya mendapat order dari 18 kabupaten di Indonesia. ”Semua berjalan demikian cepat. Saya sendiri tak mengira kalau perusahaan yang bisa dikatakan industri rumahan bisa seperti sekarang,”kata Siswati. Kini produksi mainan edukatif CV Putra Putri dengan merek dagang Papoe (singkatan dari putra dan poetri) telah merambah 33 provinsi di Indonesia. Dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Jayapura.

Pabriknya yang berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi di Desa Kembangbunder, Jombang, setiap bulan telah mampu memproduksi hingga 513 jenis mainan edukatif untuk anak di usia emas (golden age),0-4 tahun.CV Putra Putri juga menampung pekerja yang sebagian besar dari warga sekitar, ditambah beberapa pekerja mantan karyawan PT Mentari Toy. Atas prestasi itu, banyak penghargaan yang diterima Siswati.Perusahaannya kerap menjadi contoh pembuatan alat edukatif yang ramah lingkungan, memerhatikan aspek kesehatan, dan tidak membahayakan untuk anak balita.

”Pelatihan-pelatihan yang saya dapatkan membantu saya membuat mainan yang memperhatikan standar keselamatan dan keamanan. Semua bahan yang kami gunakan aman dan tidak mengandung racun,”ungkapnya. Dia juga dipercaya menerima pinjaman bank sebesar Rp125 juta dari BNI.Jumlahnya terus meningkat hingga kini menjadi Rp150 juta. Siswati memilih BNI karena mutu pelayanan dan suku bunganya yang kompetitif. Namun,tak selamanya roda bisnis CV Putra Putri berjalan mulus. Nah, situasi yang paling sulit dihadapi Siswati adalah penjiplakan yang dilakukan perusahaan lain terhadap Papoe, brand produk CV Putra Putri.Penjiplakan hasil karya ini,menurut Siswati, sudah cukup mencemaskan.

”Banyak komplain ke kami bahwa produk bikinan Jombang kurang baik.Padahal, setelah kami selidiki,ternyata produk itu dari daerah lain,”katanya. Ironisnya, tak banyak pilihan bagi Siswati untuk keluar dari masalah ini. Untuk mendaftarkan hasil karyanya, setiap item dikenai biaya registrasi Rp600.000. Bisa dibayangkan, berapadanayangharus dikeluarkan CV Putra Putri untuk mematenkan ratusan jenis mainannya. Ini belum termasuk empat jenis mainan baru yang setiap bulan diciptakan CV Putra Putri.”Kesadaran penghargaan terhadap karya orang lain masih minim,”katanya. Tantangan lain datang dari kemunculan perusahaan-perusahaan sejenis.

Banyak perusahaan baru menawarkan harga jual lebih rendah sehingga merusak harga pasar.Serbuan produk murah dari China meski tidak terlalu berpengaruh signifikan juga menjadi ujian lainnya. Meski tantangan dan cobaan sepertinya tak pernah berhenti mendera,istri seorang dosen di sebuah universitas di Kota Malang tersebut tetap tegar. Salah satu pendorong semangatnya adalah obsesi mulia untuk memberi pekerjaan bagi banyak orang.“Kami berobsesi bisa menampung 1.000 karyawan dari tempat saya bekerja dulu (Mentari Toy),”katanya. Siswati juga ingin wilayah pemasaran usahanya tidak hanya di dalam negeri.Ke depan dia ingin produk Papoe bisa diekspor ke luar negeri.

Dia mengatakan, ada beberapa pihak yang sudah menjajaki untuk mengekspor produknya.” Mudah-mudahan dalam waktu dekat, produk saya juga bisa dijual ke luar negeri,”harapnya. Cita-cita mulia lainnya adalah keinginannya mendirikan anak usaha dari bidang yang digelutinya saat ini. Siswati ingin membuat perusahaan ekspedisi. Perusahaan ekspedisi akan turut membantu memperlancar distribusi barang. Usaha ekspedisi diakuinya juga punya prospek cerah. ”Dengan adanya usaha tersebut, saya harap dapat kembali mengentaskan pengangguran di wilayah sekitar,”katanya. Tak berhenti di sini, cita-cita mulia Siswati masih berderet antara lain mendirikan sekolah untuk anak usia dini dengan standar tinggi.

Dia ingin anak-anak di Jombang, khususnya di sekitar perusahaannya, berdiri menjadi anak cerdas, mampu meraih cita-cita setinggi langit.Begitulah Siswati,perempuan pengusaha asal Jombang, yang senantiasa tak bisa lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, turut membesarkan dan mendidik anak-anak Indonesia



Selengkapnya...

Selasa, 23 Maret 2010


4 Orang Mr.Clean Indonesia
Bagaimana gaya hidup pejabat kita? Barangkali Anda pun membayangkan
seperti ini: memiliki rumah besar senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Vila mewah di Puncak. Tanah berhektar-hektar di kampung halaman. Deretan mobil mulai dari Baby Benz, BMW, hingga Pajero.

Demikian pula simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri
dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji
resminya.

Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia,
tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat-pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang -- bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata -- justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.

Contohnya adalah :
Spoiler for Prof Dr Emil Salim:
Quote:
Quote:
Meski tiga kali menjadi menteri -- Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) -- Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.

Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan.
Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang
ditabungkannya.

Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi
alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas.
Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. "Saya pun
memikirkan untuk membeli rumah," kisah pengurus ICMI ini.

Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya.
"Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing,"
ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis
LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga
yang banyak. "Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang," kisah aktivis
itu.

Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan
keluarganya hidup dari rumah kontrakan.

Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat
Zainul Bahar Noor SE memujinya. "Emil Salim itu sama bersih dengan
pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,"
puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.


Spoiler for mar'ie muhammad:
Quote:
Quote:
Mar'ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri Keuangan ini, tecermin dari penampilannya sehari-hari: mengenakan safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung cap Mangga dan Gajah Duduk, bila di rumah.

Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Contohnya, menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya berumroh -- seperti yang sedang dilakukannya sekarang -- daripada hura-hura ke luar negeri.

Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah
disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang
dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini
berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di instansi yang dipimpinnya. Tak mengherankan, ia dijuluki Mr. Clean.


Spoiler for satrio budihardjo joedono:
Quote:
Quote:
Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang kerjanya
tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli
secara kredit, terhadap benda kegemarannya. "Saya tak mampu
membelinya," ujarnya.

Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks
perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang
tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja
tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil
tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan
pinjaman BPPT.

Kesederhanaannya sempat merisaukan. Ini lantaran Billy akrab dengan
tas kerja yang warna cokelatnya telah memudar. Petugas pun
menggantikannya dengan tas baru saat ia menghadap ke Istana. Ia
menerima tas pemberian tersebut tetapi tetap membawa tas lusuhnya.
Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan
menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi
Asia Pasifik, November 1994 Lelaki yang karib dipanggil Billy ini pun
dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi
persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan
bawahan. "Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan," ini
prinsip hidupnya.


Spoiler for ir.sarwono kusumaatmadja:
Quote:
Quote:
Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas. Mengaku menekankan
pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung
dengan kesederhanaan tersebut. "Kita tidak terjebak konsumtif sehingga
terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri.
Korupsi merupakan bentuk upaya mencukupi kebutuhan di luar kemampuan
keuangan keluarga." Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli
barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. "Ini pesan orangtua
saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu
menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang
lain." Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari
perilaku itu. Tapi jika dibanding dengan yang lain, dia merasa
bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. "Saya senang dibilang
bersih, tapi menurut saya, saya cukup agak bersih-lah," katanya.


Beragam cobaan dialami figur di atas dalam mengemban tugas. Mereka
mengakui godaan tersebut hadir dalam bentuk yang vulgar hingga yang
halus. Cobaan yang vulgar, misalkan, dalam bentuk katabelece.

Demikian pula cobaan halus dalam bentuk kiriman parcel pada saat
lebaran. Berbeda dengan jamaknya parcel, isi keranjang hadiah ini
antara lain cek. Billy semasa memangku jabatan menteri perdagangan
selalu menerima kiriman hadiah dalam bentuk cek bernilai besar.

Bagaimana kiat mereka menepiskan berondongan 'godaan' yang dikirim?
Billy terlebih dulu menyaring parcel yang diterima. "Kalau parcelnya
isinya biasa-biasa kami terima tetapi kalau sudah cek kami tolak,"
kisah Ani Joedono, istri Billy. Kiriman cek tersebut memang tidak
langsung dikembalikan kepada pengirim. Tapi, Billy dan istrinya,
mengoleksinya dalam album. "Kata Bapak ini untuk kenang-kenangan,"
kata Ani.

Demikian juga yang dialami Emil Salim. Semasa memangku jabatan, ia
mengisahkan, awalnya orang memberi bunga. Lalu, kata Emil melukiskan,
meningkat menjadi makanan, pena, jam tangan, dan kemudian dalam bentuk
barang lain. "Yang penting enam bulan pertama. Setelah enam bulan
pertama kau terima kedudukan itu, kau mesti beri signal-signal
(tanda-tanda)," katanya.

Bagaimana ia menangkis pemberian tersebut? "Yang penting enam bulan
pertama yang menentukan. Setelah enam bulan pertama kita terima
kedudukan itu, kita mesti beri signal-signal," ujarnya membeberkan
pengalamannya. Dalam menerima pemberian tersebut, menurutnya, mesti
ada garis tegas. "Katakan lebih dari ini, no!" Tapi, "kita tidak perlu
berteriak mengatakannya tetapi dengan sopan." Dengan demikian, orang
akan mengerti berhadapan dengan siapa.

Setelah itu, menurutnya, barulah dijelaskan, "hei Bung, ini ada sumpah jabatan. Demi Allah saya bersumpah tidak akan menerima hadiah dengan dalih apa pun. Pokoknya sumpah itu berat sekali." Tak sekadar menyadarkan mereka yang hendak
'menyuap', Emil pun mengungkapkan, sebagai kepala keluarga mesti
menertibkan semua keluarga. Demikian juga agar menjadi contoh bagi
keluarga. "Jadi harus kita jelaskan kepada semua keluarga," ujarnya.

Meski demikian, Emil mengembalikan sikap sederhana dan jujur itu,
kepada rasa keberagamaan seseorang. Ia merasa beruntung mendapatkan
pendidikan agama sejak kecil dari kedua orangtua. Pendidikan itu pula
kemudian yang diwariskan kepada anak-anaknya. "Jam kantor itu kan
berada antara waktu Dzuhur dan Ashar.

Bagaimana mungkin kita salat,
menghadap Tuhan Yang Maha Esa sementara di saku terdapat uang
begituan?" Emil memberi ilustrasi. Di sisi lain, ia mengingatkan,
hendaknya kita jangan sampai membuat respek anak hilang gara-gara
tingkah kita. "Kasihan, gara-gara tindakan kita, mereka di sekolah
menjadi bahan gunjingan teman-temannya yang lain." Emil, Sarwono,
Ma'rie, maupun Billy, merupakan segelintir figur yang disebut-sebut
sederhana dan bersih. Meski demikian, tentu masih ada deretan petinggi
lainnya yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap
pekerjaan.



Selengkapnya...

Senin, 22 Maret 2010


5 Pekerjaan Berbahaya + Gajinya

Beberapa pekerjaan mungkin saja tidak biasa atau bahkan aneh bagi sebagian orang. Bagi kebanyakan orang, pekerjaan ya di kantor, di rumah. Pekerjaan seperti polisi, pengacara, nelayan, petani dan lain sebagainya adalah pekerjaan yang biasa. Namun pekerjaan seperti Bounty Hunter, Bodyguard, detektif adalah pekerjaan yang menantang bahaya dan cukup aneh bagi sebagian orang. Berdasarkan data yang dirilis oleh Investomedia.com, ada 5 pekerjaan aneh. Pekerjaan ini bisa saja terdapat diseluruh dunia, namun investopedia melakukan penelitiannya di Amerika serikat


1. Bounty Hunters


Ketika seseorang melarikan diri dari kasus yang sedang dijalaninya. Maka orang yang memberikan jaminan tersebut akan menyewa Bounty Hunter untuk mencari dan menangkapnya. Pekerjaan ini sama halnya dengan detektif dan menantang bahaya.

Gaji
Biasanya, seorang Bounty Hunters meminta 10% sampai 45% dari jumlah jaminannya. Jadi, jika jaminan ditetapkan $100.000, maka seorang Bounty Hunter akan mendapatkan $10.000 sampai $40.000. Seorang Pemburu Bayaran yang berpengalaman akan mendapatkan sekitar $50.000 sampai $100.000 setiap tahunnya tergantung besar kecilnya jaminan.

Kualifikasi
Tidak ada kualifikasi khusus, meskipun seorang yang berlatar belakang hukum akan sangat membantu pekerjaan ini.

2. Debt Collector atau Repossessor


Ditengah sulitnya perekonomian, jumlah orang yang berhutang akan semakin meningkat. Hal ini akan menjadi lahan yang subur bagi penagih hutang.

Gaji
Seorang Repossessor biasanya akan mengambil $100 setiap kepemilikan yang dikembalikan atau $300 Setiap kembalinya kepemilikan.

Kualifikasi
Tidak ada kualifikasi khusus kecuali kesabaran untuk berhadapan dengan orang yang marah-marah.

. Bodyguards


Pengawal melakukan pekerjaan mengawal orang-orang kaya, ternama, selebriti. Pengawal dibayar tergantung jam, hari dan bulan. Biasanya, pengawal bekerja berjam-jam, apalagi harus mengawal dirumah.

Gaji
Gaji Bodyguard bervariasi. Rata-rata pengawal dibayar $300-$700 setiap hari. Tapi jika seorang bodyguard terlibat dalam hal yang beresiko tinggi, mungkin saja gaji nya meningkat sampai 6 angka.

Kualifikasi
Seorang yang berlatar belakang militer dan hukum akan sangat membantu.

4. Private Investigator


Pekerjaan Private Investigator bisa jadi akan sangat berbahaya dan butuh waktu berjam-jam dalam kondisi yang kasar. Namun, Kabar baiknya, Di Amerika Serikat, Peluang ini diharapkan tumbuh 22 %.

Gaji

Gaji Private Investigator tergantung pada kondisi yang dihadapi, bahaya, lokasi. Biasanya sekitar $24.000 sampai $76.000. Detektif swasta biasanya memasang tarif per jam $40 atau lebih.

Kualifikasi
Orang yang berlatar belakang hukun dan intelijen sangat cocok untuk pekerjaan ini.

5. Dangerous Waste Removers


Pernahkah anda mengira siapakah yang akan memebrsihkan limbah-limbah berbahaya seperti cairan kimia, limbah nuklir, air raksa, dan timah? Diperlukan seorang Dangerous Waste Remover untuk melakukan itu semua. Bekerja dengan menggunakan sarung tangan, pelindung mata dan muka.

Gaji
Untuk pemula bisa jadi dibayar $11 per jam. Seiring dengan pengalaman, akan dibayar $30 atau lebih per jamnya.

Kualifikasi
Ijazah sekolah tinggi, atau mungkin dengan sesorang yang melewati on job training.


Selengkapnya...

Entri Populer

Pengikut

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More